Cakep, Pintar dan Baik Hati
Katanya orang tuh nggak mungkin cakep, pinter dan baik hati sekaligus. Kalo lo cakep dan baik, biasanya lo nggak pintar. Kalo anugrah pintar dan baik hati ada di diri lo, maka kemungkinan besar lo nggak cakep. Dan kalo lo punya muka cakep dan otak pintar, ada indikasi kuat kalo lo nggak baik hati.
Hmmmmm... that explains kenapa gue bukan orang baik... hueahahiaheaiaheahahahahaa……..
Detox... Detox... Detox...
Udah tiga hari ini gue dan temen kantor gue melaksanakan program detox alias buang racun dari badan. Jadi deh gue cuma makan buah, itu pun terbatas pada apel, pir, anggur, dan jeruk.
Catat ya, gue dan tiga temen kantor gue (Tintin, Ami dan Santi Abed) yang mau detox. Dan ini kronologis kejadiannya proses detox kita :
Hari 1 :
- Pagi hari, kita berempat dengan bangga memamerkan bekal buah kita dan ngobroling efek-efek positif dari si detox.
- A few hours before lunch : Tintin menyerah.. kerjaan kantor bikin dia pusing berat dan memutuskan kalo dia perlu suplemen lain selain buah. Gorengan-gorengan lucu jualan Santi kayak memanggil-manggil namanya...Akhirnya, dua bakwan kemudian, selesailah proses detox Tintin.
- After lunch : Ami pulang dari menengok temen kita yang baru melahirkan di rumah sakit. Begitu datang, dia langsung panik karena telat makan dan kelaparan. Beberapa potong apel Tintin, yang menyerah paling duluan tadi, akhirnya dikasih ke Ami. A few minutes later...... Ami sukses jackpot di kamar mandi!!! Perutnya ternyata berontak, dan atas nama kesehatan, proses detox Ami dihentikan segera dengan dipesannya seporsi nasi goring seafood.
Hari 2 :
- Tintin udah nggak tertarik untuk ikutan detox ini lagi. Ami, berhubung masih sakit, mengaku kalau sarapannya lengkap, a.k.a nasi dan lauk pauk, tapi dia cuma akan makan buah for the rest of the day. Kayanya Ami merasa bertanggung jawab untuk berpartisipasi sebisanya dalam detoksifikasi ini, since ide awalnya dari dia.. hehe..
- Gue dan Abed, masih bertahan dengan buah-buahan murni. Pas lunch time, Irma, temen kuliah gue, ngajakin ketemuan di Pelangi. Gue setuju, which ternyata jadi cobaan berat buat gue. Bayangin aja, gue janjian di food court, yang wangi bakso, ayam goreng, steak, semuanya ada. Sedangkan gue hanya memesan jus strawberry tanpa gula, yang ternyata asem banget!!! (Thou shall not order strawberry juice without sugar, my child..)
Habis lunch, gue temenin Irma ke Bread Talk, karena si ibu hamil ini lagi kepengen banget ngemil roti. Hhhhhh… gak makan nasi, gue fine aja. Gak menguyah daging tiga hari, gue masih gak masalah… Tapi ketika dihadapkan sama roti coklat, Crème Bruile, Muffin keju dari Bread Talk…. Aaaaggghhh…. Noooooo.. hati kecil gue berteriak.. Naluri pemberontak gue muncul, pengen menghabisi program detox gue…
Untungnya, gue masih dikasih kekuatan.. gue balik ke kantor dengan kepala tegak, karena masih bertahan dengan detox jahanam itu.. satu janji kecil terucap dihati, begitu program ini selesai, gue bakalan serbu tuh Bread Talk!!!
Hari 3 :
- Dari pagi Jakarta nggak terlalu cerah. Bener aja, menjelang makan siang, hujan menampar-nampar kaca jendela kantor disebelah kubikal gue. Dingin...brrrrr....Lo tau dong, apa rasanya kalo dingin-dingin gini. That’s right, laper beratss!!! Abed udah menunjukkan tanda-tanda nggak sehat dengan mengeluh berapa lama lagi kita harus kaya gini..hehe.. Ami terus berusaha menyemangati, dengan mengingatkan kalau tinggal sehari lagi dan betapa bagusnya efek detox. Ami sendiri hari ini puasa, jadi dia memang nggak makan apa-apa.
Lunch time, Abed menyerah!!!!! Rasa lapar ternyata mengalahkan keinginan buat kurus dan sehat. Ditambah dengan godaan anak-anak kantor yang memang gak habis pikir dengan keputusan kita buat detox, akhirnya Abed pergi makan siang dengan menu lengkap. Gue rasa saat ini dia lagi ada di Wendy’s sebelah kantor gue, lagi asyik mengunyah ayam goreng dengan nikmatnya...
Dan tinggallah gue disini... bersama apel dan pir gue... bertahan dari segala godaan (ehmm, gue punya rencana mau menyelesaikan program ini habis magrib, kaya buka puasa aja ya..)