little things that matter

Thursday, July 05, 2007

Sepuluh Hal Yang Gue Benci dari Lo

Semalam gue begadang karena ada kerjaan. Dan seperti biasa, sambil ditemenin TV, karena gue memang nggak bisa kerja kalau suasananya terlalu sepi. Waktu itu lagi sinetron yang modelnya film televisi. Walaupun gue nggak lihat gambarnya dan cuma ngedengerin dialognya sambil lalu, tapi ditengah-tengah gue ngerasa aneh. Kok gue kayanya familiar banget ya dengan dialognya? Ketika akhirnya gue nonton, gue makin ngerasa nggak asing dengan adegan-adegannya. Dan akhirnya gue inget! God, ini kan cerita film ”10 Things I Hate About You”. Sumpah lo, ditiru seplek-pleknya sampai dialognya pun beneran terjemahan abis. Bahkan pemainnya (yang menurut gue nggak ada yang bisa acting), nggak merasa perlu buat nambahin intonasi atau ekspresi yang beda. For the love of God!!

Gue juga ingat, kalo akhir-akhir ini ada sinetron seri di TV yang ’diilhami’ sama cerita komik Candy-Candy. Sepertinya yang dimaksud ’diilhami’ disini adalah, lagi-lagi, menerjemahkan sepolos-polosnya cerita komik Jepang itu ke dalam bahasa Indonesia dan dibuat dengan casting orang beneran, instead of animasi. Gue jadi berasa baca komik Candy-Candy dengan tokoh-tokohnya jadi orang Indonesia.Kenapa nggak sekalian aja judul sinetronnya dibuat jadi ’Permen’ atau ’Kembang Gula’? Adek gue juga pernah cerita, kalo dia sempat ngelihat sebuah sinetron yang ceritanya asli sama dengan cerita film ’Cinderella Story’. Lebih sedihnya, sinetron itu adalah sinetron religi! Jenis sinetron yang seharusnya mengajarkan nilai-nilai baik dan religius. Gimana bisa, kalau media penyampaiannya adalah sebuah tiruan!

Gue pikir setelah kritikan sana-sini karena dijiplaknya drama-drama seri Korea menjadi sinetron-sinetron top rating beberapa bulan lalu, para pebisnis sinetron itu akan malu dan jera. Ternyata nggak. Mereka cuma mengalihkan bisnisnya dari jiplakan Korea ke tiruan Jepang dan Hollywood. Crap!

Pada akhirnya gue hanya punya pertanyaan-pertanyaan. Apakah ide-ide yang datang dari kepala penulis kita sudah sedemikian nggak menjualnya, sehingga perlu menerjemahkan cerita luar dengan tanpa mempertimbangkan apakah cerita itu mungkin apa nggak terjadi di Indonesia? Temen gue yang kerja di media pernah bilang, para penulis skenario kadang-kadang bukannya nggak punya ide cerita orisinil, tapi seringkali ide mereka nggak ditanggapi sama sekali dan malah disuruh untuk membuat versi bahasa Indonesia dari cerita drama seri luar negeri. Kalau sudah begitu, siapa yang berani melawan pebisnis yang memodali sinetron-sinetron itu? Terus, apakah penonton seperti gue dianggap sebegitu bodohnya sehingga nggak akan tahu bahwa sinetron ini adalah jiplakan teen movie-nya Hollywood? Dan kenapa sih artis-artis itu mau main di cerita tiruan? Kalau sampai mereka berkelit dengan bilang kalo mereka nggak tahu kalau itu jiplakan, menurut gue lebih aneh lagi sih. Bukannya sebagai artis mereka seharusnya banyak nonton film untuk bahan referensi acting dan pengetahuan?

Terus terang, gue sedih dengan keadaan ini. Bayangin deh, kalo mau idealis dikit nih, kita kan selalu menggembar-gemborkan adat timur yang sopan. Sopankah namanya kalo kita menjiplak ide orang lain dengan seenak perut dan tanpa izin? Sementara kita teriak-teriak ketika Malaysia mengklaim batik dan rendang sebagai kekayaan budaya mereka. Kita menganggap mereka mencuri. Lah, kalo gitu sinetron ’Sepuluh Hal Yang Gue Benci Dari Elo’ itu apa dong namanya? Apa bisa lo bangga seandainya cerita jiplakan itu disukai orang banyak? I surely can’t. Tapi siapalah gue. Orang yang nggak pernah ngerti tentang bisnis. Orang yang cuma tahu bahwa yang namanya orisinalitas harus dijunjung tinggi.

Siap-siap aja, mungkin dalam waktu dekat kita akan lihat sinetron ”Pahlawan”, ”Ibu Rumah Tangga Yang Putus Asa”, atau film tv ” Sebelas Samudera”.


(Dan buat mereka yang bertanya-tanya, iya, ’Intan’ itu juga jiplakan drama seri Korea!)

3 Comments:

  • hmmm... sedih juga ya... btw sebenernya (terutama) yang sinetron, itu bukan ngejiplak, mereka ambil lisensinya dari sana... dan diterjemahin ke bahasa indonesia dan disesuaikan disini... gue pernah punya "temen deket" yang kebetulan kerjanya terjemahin script asli dari negara asalnya... jadi ya terlepas dari budaya yang kadang gak cocok, tapi untungnya atau malah sayangnya ini bukan jiplakan...

    gue gak tau sih kalo yang 10 things I hate about you dan candy candy...

    DEN

    By Anonymous Anonymous, at 10:29 AM  

  • apa.... 10 things i hate about you di Indonesia-in.. kok ngak ada yang nawarin gue untuk nerjemahin yah? hehehhehe.....
    ---teuteup Side Job pikirannya....
    well, if you can't beat 'em ..
    you might as well.. join we 'em...

    By Blogger dettadwiarto, at 12:58 AM  

  • bukan jiplakan Vin...tapi, ADAPTASI...hihihi...

    By Blogger Pichapic, at 6:03 PM  

Post a Comment

<< Home