little things that matter

Monday, April 03, 2006

Bali Goes Blind!


Apa jadinya kalo satu orang yang punya alat GPS baru, satu orang gila nyetir, dan enam orang gila nyanyi kumpul bareng di suatu malam di Bali? Jawabannya tour buta di malam hari keliling Bali!!!!
Berawal dari kebanggaan Mas Vidi akan GPS barunya, yang katanya bisa menyelamatkan siapa pun dari acara kesasar dimana pun. Ide buat uji coba si GPS dengan cara jalan-jalan malam pun keluar, yang disambut dengan antusias oleh Ari alias Gajah. Berhubung gue, Windy, Santi, Riri, dan Sita adalah cewek-cewek yang (ngakunya) punya jiwa petualang, akhirnya kita pun ikutan dengan semangat berkobar-kobar! Rangga melengkapi formasi tour di saat-saat terakhir.

Sempet ada insiden Sita ketinggalan di hotel, akhirnya rombongan ini pun berangkat dari hotel jam satu malam. Perlu dicatat, nggak ada seorang pun – termasuk si empunya GPS – yang bawa peta Bali! Bukannya sok pede, tapi memang lupa atau nggak kepikiran!
Tujuan tour akhirnya ditetapkan, yaitu Gunung Batur, yang katanya punya pemandangan matahari terbit yang keren abis! Sebagai selingan tour, kita mutusin untuk ’memetakan’ letak patung-patung di Bali. Caranya? Setiap ketemu patung, kita akan berhenti dan foto bareng si patung..hehe...

Dengan bermodalkan ingatan gue bahwa gue pernah ke Danau Batur lewat Sanur, kita pun ngikutin petunjuk jalan yang menuju ke Sanur (psssst...guys, pas gue cerita sama Mpok Ida di kantor, gue baru inget bahwa yang gue datangin dulu adalah Danau Bedugul, bukannya Danau Batur!! Haiyyyaaahhh....). Selama di jalan, untuk menghibur Mas Vidi dan Gajah yang sibuk nyetir dan nanyain jalan, diva-diva cantik yang ada di mobil dengan suka rela menghibur dan mengisi keheningan malam dengan suara emas kita. Kalau ditotal, mungkin ada sekitar enam album yang kita nyanyiin. Mulai dari lagu zaman Mas Vidi sampai zaman kita-kita (huahahaha...). Windy sempet maksa kita buat nyanyi lagu Nike Ardilla dan Atiek CB, tapi dengan halus kita tolak, dengan pertimbangan bakalan serem karena Nike Ardilla udah meninggal dan Atiek CB udah gak ngetop (@$!&%).
Salah satu momen yang gak akan gue lupain adalah saat dimana kita menemukan anugerah Tuhan terindah saat itu, yaitu TOILET! Kebayang nggak sih, tengah malam buta begitu, di jalan ke gunung, toilet adalah benda langka melebihi fosil purbakala.
Toilet moment itu jadi lebih menyentuh lagi, karena kemudian kita tahu bahwa ternyata di seberang area toilet tersebut adalah daerah Trunyan. Tahu, kan? Tempat dimana jasad orang yang sudah meninggal diletakkan tanpa dikubur.. hiiiiiiiiiiiiii.......

Singkat cerita (sebenarnya sama sekali nggak singkat karena melibatkan dua kantor polisi, satu warung makan, dua tempat pemberhentian sementara, dan beberapa anjing kintamani), tepat jam 5. 22 kita berhasil menangkap moment sunrise di gunung Batur. Bener sih, memang bagus banget!!! All the long winding scary journey was paid off!
To be honest, buat gue sih, nggak dapat matahari terbit juga nggak apa. Soalnya it’s the journey that matters. Nggak setiap hari lho, bisa keliling Bali malam-malam tanpa peta. Nggak semua orang mau juga ngelakuin itu. Makanya, gue salut banget sama peserta Bali Blind Tour kali ini… he..
It was great having the tour with you, guys!

0 Comments:

Post a Comment

<< Home