little things that matter

Tuesday, March 14, 2006

titik nadir

Pernah ngerasain bete kan? Gue yakin semua orang normal pernah. Sebenernya gue agak males menulis hal-hal yg sifatnya ’negatif feeling’ disini. Tapi, kadang-kadang orang perlu utk menumpahkan perasaan jeleknya lewat suatu media.

Dua weekend lalu gue terkena virus bete ini. Penyebabnya suatu hal yang menurut gue sangat pribadi, sampai gue gak tega utk membukanya di ruang publik ini. Si bete ini membuat gue jadi gak bisa konsentrasi, padahal gue harus siapin presentasi utk hari Senin.

Gue sendiri adalah jenis orang yang lebih suka sendiri kalau lagi bete. Bukan apa-apa, dengan kepribadian gue yang moody, gue yakin lebih baik gue narik diri dulu dari komunitas ketika perasaan gue lagi berantakan. Kalau nggak, bisa-bisa orang sekitar gue kena pahitnya omongan-omongan gue. Really, I am a bad companion when I am in a mess!!

Dari semua masalah alias kebetean, ada yang selalu gue sebut dengan ’titik nadir’. Itu adalah the lowest point dimana kita ngerasa paling hancur, paling sedih, paling kacau, pokoknya paling-paling yang lain deh.. kalau lagi ada di titik nadir ini, rasanya kita udah gak bisa lagi ngerasain energi positif. Seperti terjebak dalam turbulensi yang buat kita berputar-putar kebingungan…

Jelek amat ya titik nadir itu? Nggak juga sih. Karena begitu kita sadar bahwa kita udah ada di the lowest point of your sanity, sebenernya kita juga seharusnya sadar kalau jalan berikutnya pasti akan naik alias membaik. Seperti sebuah kurva, setelah melalui sebuah titik rendah, pasti akan bergerak naik ke atas lagi, kan?

Ketika kita sudah ada di titik nadir, itu artinya kita siap untuk bergerak naik kembali. Recovery, kalau dalam kamus gue. Saat kemarin gue berada di titik tersebut, gue memang ngerasa down banget, tapi gue juga yakin bahwa I coudn’t get any lower than this and that the next path would be my way of moving up, welcoming my recovery. Saat ini pun gue rasa gue masih dalam proses recovery tersebut.

Mungkin ada beberapa orang yang periode nadirnya lama. Gue sendiri perlu sedikit ‘tamparan’ dari teman-teman gue utk segera sadar bahwa gue harus cepat-cepat bergerak naik kembali supaya nggak terjebak terlalu lama disana. Plus tentunya kesadaran dari diri gue sendiri ya.. (tetep lho narsisnya.. J) Untuk mereka yang samapai sekarang masih ada di titik terendah tersebut, gue cuma mau bilang, kurva hidup lo udah siap untuk membawa lo kembali ke ‘ketinggian’ semula, might be even higher! Nggak apa kalo masih mau menikmati titik rendah lo, tapi jangan sampai momentum yang bisa melemparkan lo kembali ke titik kulminasi atas terlewatkan. If you need support from others to give you helping hands to recover, just ask. If you believe you can do it yourself, then wake up and smell the coffee!!! The roads ahead will lead you nowhere but going up! Slowly maybe, but still a way up.

Sekalian, gue mau minta maaf untuk orang-orang yang terkena ke-bete-an gue minggu lalu. Sorry for being such a terrible companion ya… yang jelas gue saat ini sudah dalam proses recovery and lagi menelusuri kembali kurva hidup yang akan membawa gue kembali naik. Semoga!

1 Comments:

  • gokil !!!
    leave it to a resercher to dig up fact, padahal cuma mau cerita soal blank blank blank... hahaha gue juga nggak tega nyebutnya di dunia maya

    dari gue, salah satu orang yang terkena imbas kebetean vina...

    By Blogger dettadwiarto, at 5:06 PM  

Post a Comment

<< Home